Sabtu, 24 September 2011

Ragam Karya Musik



Karya musik bersumber dari angan-angan dan peradaan seorang komponis, bukan merupakan tiruan dari sebuah komposisi musik lain. Kreativitas dalam musik terletak dalam proses berkarya. Menurut ragamnya, karya musik dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
1. Komposisi
Komposisi merupakan suatu bentuk karya musik yang tertulis sehingga bersifat abadi. Komposisi merupakan karya baru, bukan pengembangan atau variasi dari lagu/karya musik yang sudah ada. Komposisi musik yang dihasilkan tentu saja sebelumnya telah dianggap dan diperhatikan benar-benar oleh komponis. Musik tersebut merupakan tulisan dari angan-angan, harapan, dan perasaan komponis. Berkualitas atau tidaknya suatu karya komposisi sangat ditentukan oleh penilaian publik.
2. Improvisasi
Improvisasi merupakan ekspresi langsung dari angan-angan dan perasaan musikal seseorang pada saat mendengar atau bermain musik. Improvisasi bersifat tidak tertulis sehingga tidak dapat diulang kembali dalam bentuk serta intensitas yang sama. 
3. Aransemen
Aransemen adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan kualitas karya yang lebih pada suatu karya musik. Dalam aransemen, karya musiknya memang sudah ada sebelumnya. Penata musik menyusun unsur-unsur musik seperti harmoni, irama, tekstur, dan gaya kedalam melodi musik tersebut.Misalnya lagu-lagu nusantara diaransemen untuk permainan musik ansambel, okestra, grup band, atau permainan solo sebuah instrumen musik, seperti gitar, saksofon, biola, piano, dan sebagainya.

Musik China





Bangsa China memiliki kekayaan budaya musical yang telah tumbuh dan berkembang sejak dulu. Pada tahun 1999 ditemukan suling jiahu. Instrument musik tertua di dunia yang terbuat dariu tulang yang dibuat kira-kira pada 7000 tahun SM. Contoh lainnya adalah sebuah koleksi lonceng, drum, alat musik tiup, dana alat musik dawai dari perunggu pada makam bangsawan Yi dari Zeng (abad 5 SM)
Bangsa Cina mempercayai suatu tradisi bahwa bunyi nada yang harmonis merupakan keselarasan alam semesta. Selama lebih dari 2000 tahun Cina dikuasai oleh pengajaran ahli filsafat Confusius yang percaya bahwa musik merupakan gambaran sosial budaya masyarakat dan peribadatan suatu totalitas kegiatan terpelajar, meliputi berpikir, bertindak, dan mengatur. Oleh karena itu, musik merupakan suaut syarat mutlak yang harus dipenuhi seseorang yang terpelajar untuk berfungsi dengan baik di dalam masyarakat.
Sekitar abad ke-19 tradisi musik Cina mulai terpengaruh tradisi musik Eropa. Mereka mulai diperkenalkan instrument musik Barat, orkes simfoni, dan konser opera Barat. Berbagai gedung pertujukkan mulai tumbuh di Cina. Sehingga , masuklah bangsa Cina dalam modernisasi musik. Saat ini, musik tradisional Cina dimainkan seiring dengan komposisi modern. Musik kontemporer popular Cina merupakan hasil perpaduan musik tradisional Cina dengan musik popular.

Musik Jepang





Musik Jepang pada zaman dahulu sangat terpengaruh perkembangan musik dari daratan Cina dan Semenanjung Korea, tetapi lama kelamaan mempunyai sifat dan cirri tersendiri. Ragam musiknya banyak digunakan di kuil-kuil, untuk memuja dewa, di istana, dan untuk hiburan sosial.
Orkes gagaku (musik Jepang masa lampau) telah ada sejak abad ke-8. orkes gagaku terdiri dari 17 musisi yang bermain instrument tiup kayu, petik, dan perkusi. Instrument tiup meliputi flute(ryuteki), oboe(hichiriki), dan harmonica mulut (sho). Instrument petik terdiri dari kecapi bengkok(shoko) dan drum besar(taiko).
Sekitar abad ke-15 musik instrument tunggal, shamisen dan koto menjadi popular khususnya untuk memberikan iringan lagu dan drama musik. Perkembangan musik drama mencapai keemasannya pada abad ke-17, dengan format kabuki dari musik teater tradisional jepang.
Adanta restorasi Meiji pada pertengahan abad ke-18 membuat pengaruh Barat mulai masuk dalam perkembangan musik Jepang. Banyak format musik tradisonal Jepang dikembangkan berdasarkan format musik barat, sehingga Jepang telah memasuki perkembangan musik modern.

Tokoh Musik: Beethoven




Ludwig Van Beethoven merupakan komposer luar biasa karena dapat menciptakan karya-karya yang luar biasa walaupun pendengarannya hilang. Beethoven lahir pada tahun 1770 di Bonn, Jerman. Pada tahun 1790 ia kehilangan pendengarannya, Kemudian ia pindah ke Wina untuk belajar pada Joseph Haydn dan kemudian menetap di sana sampai akhir hidupnya. Walaupun ia kehilangan pendengarannya, ia malah mendapatkan keteneran dan kekayaan karena ia memiliki kombinasi kekuatan dan khayalan dalam musiknya yang telah member kesan kuat kepada golongan aristrokat Wina. Keteneran Beethoven mencapai puncak pada tahun 1814. Pada saat itu ia menciptakan Wellington’s Victory op. 91 ( Battle Symphony, 1813) dan rangkaian pemuas penikmat patriotik seperti cantata The Glorious Moment op. 136 (1814).

Terapi Musik






Rabu, 21 September 2011

Fungsi Musik




Musik secara umum sangat penting bagi kehidupan masyarakat pendukungnya, baik musik barat maupun musik timur. Pada umumnya masyarakat memahami musik sebagai kebuthan hiburan, media pengobatan, media peningkatan kecerdasan, dan lain-lain.Dalam media pengobatan, kebangkitan musik terjadi pada kurun waktu setelah Perang Dunia II. Mula-mula musik digunakan untuk penyembuhan penyakit para pasien korban perang maupun untuk para veteran perang. Pada saat musik digunakan sebagai pengobatan karena musik dapat digunakan sebagai therapy untuk penyakit mental dan kelumpuhan organ tubuh.


Fungsi musik pada umumnya:
1. Fungsi pengungkapan emosional
Disini musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Dengan kata lain si pemain dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya nelalui musik.

2. Fungsi penghayatan estetis
Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik kita dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik melalui melodi atupun dinamikanya.

3. Fungsi hiburan
Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa sebuah musik pasti mengandung unsur-unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.

4. Fungsi komunikasi
Musik memiliki fungsi komunikasi berarti bahwa sebuah musik yang berlaku di suatu daerah kebudayaan mengandung isyarat-isyarat tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi musik tersebut.
5. Fungsi perlambangan
Musik memiliki fungsi dalam melambangkan suatu hal. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek musik tersebut, misalmya tempo sebuah musik. Jika tempo sebuah musik lambat, maka kebanyakan teksnya menceritakan
hal-hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu melambangkan akan kesedihan.

Jenis-jenis Musik



Musik dapat dikelompokkan menurut kegunaannya, yaitu Musik Seni, Musik Populer, dan Musik Tradisional.
a. Musik Seni
Musik Seni merupakan pengelompokan musik yang mengarah pada musik klasik dan musik-musik sejenis yang dinilai secara tingkat nilai sejarahnya dari nilai seninya. Musik jenis ini lebih digunakan untuk merujuk jenis-jenis musik yang sangat patuh kepada teori-teori musik dan biasanya sukar untuk dipahami orang awam (kecuali yang sudah mulai tau akan gaya Musik Populer).

b. Musik Populer
Musik Populer merupakan jenis-jenis musik yang saat ini digemari oleh masyarakat awam. Musik jenis ini merupakan musik yang sesuai dengan keadaan zaman saat ini, sehingga sesuai di telinga kebanyakan orang. Beberapa genre musik yang termasuk Musik Populer adalah Pop, Funk, Jazz, Blues, Rock, Gospel, Underground, dan lain-lain. Genre musik ini dapat ditemui di hampir seluruh belahan dunia oleh karena sifat musiknya yang hampir bisa diterima semua orang.
1. Jazz: Jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragitme, dan musik Eropa, terutama musik band.
2. Blues: Jenis Musik yang berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika Barat.
3. Rock: Jenis awal dari musik Rock adalah rock and roll, yang merupakan  perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an.

c. Musik Tradisional
Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan bukan sebagai sarana hiburan saja, melainkan ada juga dipakai untuk pengobatan dan ada yang menjadi suatu sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya, hal ini adalah menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik tradisional merupakan perbendaharaan seni lokal di masyarakat. Musik tradisional yang ada di Indonesia, diantaranya adalah gamelan, angklung, dan sasando.